NUANSA IMAN

KOMUNITAS KELUARGA ALLAH YG DEWASA & BERTUMBUH DALAM SEGALA HAL KE ARAH KRISTUS
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

SELALU BAJU .....



Ben yang berusia 8 tahun nampaknya memiliki kenangan yang indah dengan Natal-Natal yang dahulu dilaluinya.

"Saat aku bayi, semua orang selalu memberiku baju saat Natal. Bagi mereka, tidak ada yang lebih baik untukku selain baju, dan aku tidak
bisa protes waktu itu karena aku belum bisa bicara!"



 With Love in Christ
"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

INGIN BAYI SAAT NATAL



"Apa yang terjadi di rumahmu Natal tahun ini?" tanyaku kepada Regina yang berusia 5 tahun.

"Semuanya berantakan. Sinterklas menaruh semua kaos kaki di tempat yang salah. Dan ia juga lupa akan hadiah yang aku minta. Ayah bilang mungkin sinterklas terantuk kepalanya saat menuruni cerobong asap."

"Lalu, apa sih yang kamu minta pada sinterklas, tapi ngga kamu dapatkan?"

"Aku ingin seorang bayi."

 With Love in Christ
"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

PEMERASAN NATAL


Natal akan segera tiba, dan Sam bertanya pada ibunya apakah ia bisa memiliki sepeda baru. Jadi, sang ibu memberitahunya untuk memintanya dengan menulis surat kepada Sinterklas. Tapi, Sam malah ingin menulis surat pada bayi Yesus. Ibunya membolehkannya.
Sam pergi ke kamarnya dan menulis, "Yesus, aku sudah menjadi anak yang baik dan ingin mendapat hadiah Natal berupa sepeda."

Namun, ia tidak terlalu puas dengan tulisannya itu ketika ia membacanya ulang. Maka ia mencoba untuk menulis lagi, dan kali ini ia menulis, "Yesus, selama ini aku sering menjadi anak yang baik, dan sekarang ingin sepeda untuk hadiah Natal."

Ia membacanya lagi dan tidak puas juga dengan tulisan itu. Ia mencoba menulis lagi untuk ketiga kalinya, "Yesus, aku bisa menjadi anak yang baik dan aku akan sangat berusaha untuk menjadi anak yang baik jika aku mendapatkan sepeda baru."

Ia membacanya lagi, namun ia belum puas juga. Maka, ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sambil memikirkan bagaimana baiknya suratnya. 

Setelah beberapa waktu, saat jalan-jalan, ia melewati sebuah rumah-rumahan di mana terdapat patung Bunda Maria di dalamnya. Ia pun merangkak mendekati patung itu, mengambil patung dan menyembunyikan patung itu di balik jaketnya, buru-buru pulang ke rumah, dan kemudian menyembunyikannya di bawah tempat tidur. Lalu ia menulis surat, "Yesus, jika Kamu ingin bertemu dengan ibu-Mu lagi, sebaiknya Kamu memberikanku sepeda."



 With Love in Christ
"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw