NUANSA IMAN

KOMUNITAS KELUARGA ALLAH YG DEWASA & BERTUMBUH DALAM SEGALA HAL KE ARAH KRISTUS
Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

MISTIK KRISTEN ?? APAKAH ITU...??

Tanya :
Ebenhaezer, saya pernah mendengar kata "Mistik Kristen". Apakah dalam Kristen ada "mistik" ? Bukankah mistik itu berarti klenik ? jangan-jangan "Mistik Kristen" itu bentuk dari sinkretisme kekristenan dengan ilmu perdukunan ??
(from Someone)

Jawab :
Shaloom "someone"
Istilah “mistik” memang seringkali dicampuradukkan dengan “magi” yang dikaitkan dengan gejala parapsikologis, sihir, tenung, santet, klenik dan pelbagai praktek okultis. Pengalaman mistik (mistisisme) juga sering disejajarkan dengan keadaan ekstase dan perubahan kesadaran yang dapat diusahakan secara artifisial dengan hipnose dan obat-obatan. Pengertian dan pemahaman  seperti ini sebetulnya telah mengaburkan dan mereduksi konsep mistik dan mistisisme yang sebenarnya.

Istilah “mistik” sebenarnya tidak di artikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kuasa kegelapan, tapi kepada sesuatu hubungan rohani yang tidak dapat dijelaskan secara akal. Walter E.Elwell, dalam bukunya “Evangelical Dictionary of Theology” menjelaskan bahwa Mistik bukanlah sebagai magic, clairvoyance, parapsikologi atau occultisme, atau juga tidak terdiri dari kekhusukan dalam imaginasi pencaindera, penglihatan atau wahyu manusia.Jadi salah kaprah-lah kalau mengidentikkan mistik dengan klenik dan sejenisnya yang berkonotasi "dunia gelap", sehingga banyak orang Kristen langsung alergi begitu mendengar kata ini.

Secara etimologis, istilah "mistik" berasal dari kata Yunani "mystikos", yang dibentuk oleh kata kerja "myo" yang berarti "menutup mata". Pada mulanya istilah ini dipakai untuk menunjuk upacara-upacara rahasia (tersembunyi) dan sakral yang hanya diketahui oleh mereka yang telah diinisiasikan. Dalam perkembangan kemudian dimaknai sebagai suatu proses dalam system religi yang bertujuan untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan atau sebagai pengalaman spiritual yang mendalam menyangkut penyatuan eksistensial antara Allah dan manusia, unmediated encounter of God and creature. Edward Schillebeeckx menyebut pengalaman mistik sebagai suatu bentuk intensif dari pengalaman iman akan Allah. Sifat “intensif” (mendalam) mistik ini bukanlah pengalaman iman yang “biasa”. Mistik adalah penghayatan yang khusus dan mendalam dari kontak iman. Walter Hilton menekankan aspek “perasaan khusus” dalam kontak tersebut. Mungkin perasaan itulah yang disebut Thomas Aquinas sebagai “intuisi sederhana” dalam mengenal Allah. Dengan intuisi ini, orang mengalami Allah: “melihat”, “menyentuh”, dan “merasakan” Allah dengan cara yang tidak biasa.

Secara garis besar, ada dua tipe pengalaman mistik yang menjadi sendi spiritualitas, yaitu pengalaman mistik yang menekankan hubungan cinta kasih yang demikian dalam dengan Tuhan (extrotertive mysticism/der Eine), dan pengalaman mistik yang menekankan realitas kesatuan dimana manusia terlebur menjadi satu dalam transendensi khaliknya (introtertive mysticism/das Eine). Karl Rahner mengatakan bahwa “Orang beriman pada masa yang akan datang ialah seorang mistik, atau ia tidak bisa beriman lagi”.
 
Dengan demikian jelas bahwa mistik bukanlah klenik juga bukan sinkretisme. Ia ada pada setiap agama, juga dalam kekristenan. Khazanah Gereja di ranah mistik begitu kaya. Misalnya : Life of Moses karya St. Gregorius dari Nyssa; Theologia Mystica dari seorang penulis Siria dengan nama samaran Dionisius Areopagus (Pseudo-Dionisius); Itinerarium Mentis in Deum dari St. Bonaventura; The Cloud of Unknowing dari pengarang Inggeris anonim; Abecedario Espiritual dari Fransiskus Osuna; El Castilo Interior oleh St. Theresia dari Avila; Philokalia dari Makarios dari Korintus; The Spiritual Life: A Treatise on Ascetical and Mystical Theology dari Adolphe Tanquerey, belasan mahakarya dari St. Johanes dari Salib yang mendasari lahirnya buku Theologia Mistik, Ilmu Cinta karya William Johnston yang diterbitkan oleh Kanisius pada tahun 2001, dan ratusan risalah lain yang tak dapat disebut satu per satu.

Yach, ini sedikit yang bisa saya bagikan. Beberepa referensi tentang arti kata, makna bahkan tulisan-tulisan kristen ttg Theologia Mistik dapat ditelusuri dari beberapa bacaan berikut.


1. Anton.M.Moeliono (ed), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, PN.Balai Pustaka, 1988, p.588.
2. Dick Hartoko SY, Sekelumit Mistik Dunia Barat, Majalah Mawas Diri, Januari 1987, p.48.
3. Ensiklopedi Nasional Indonesia vol.10, Jakarta, PT.Cipta Adi Pustaka, 1990, p.337-338.
4. JD.Douglas, The International Dictionary of The Christian Church (Michigan: Zondervan Corporation, 1974, p.691.
5. Lianto Liem, Situs “Clara et Distincta”. http://lianto71.blogspot.com
6. Theologi Kontemporer,; http://sabda.org, e-learning; Situs sumber bahan pelajaran Kristen dan pendidikan elektronik). Bab XII.A.
7. Walter A.Elwell, Evangelical Dictionary of Theology, Michigan : Zondervan Publishing House, 1085, p.744.
8. WJS.Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, PN.Balai Pustaka, p.652. makna Suluk dan Tasawuf, p.973 & 1023
9. William Johnston, Theologia Mistik, Ilmu Cinta, Yogyakarta, Kanisius, 2001

Selamat menapak jalan spiritualitas. GBU



God Bless You

"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

Selasa, 23 November 2010

DOSA MENGHUJAT ROH KUDUS (Matius 12:22-32)

Tanya :
Pak Dan tanya ya ? Bukankah Tuhan Yesus akan mengampuni dosa sebesar apapun, mengapa saya mendengar ada dosa yang tidak di ampuni. apa maksudnya. Dan bagaimana kita bisa mendukakan Roh Kudus ? Mohon dibantu ya Pak. Kamsia.
(Lucy - Jakarta)

Syaloom, Lucy.
Semua dosa manusia memang akan diampuni jika manusia mau bertobat dan mengakui dosa-dosanya. Namun ada juga dosa yang tak dapat diampuni, yaitu dosa terhadap Roh Kudus . Tidak ada dosa lain yang lebih buruk daripada dosa menghujat Dia. Semua dosa lain terhadap Roh Kudus dapat saja dilakukan oleh orang percaya. Kita dapat bertobat daripadanya, diampuni, dan mulai lagi secara baru. Tidak demikian dengan menghujat Roh Kudus. Dosa ini diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya dan sering disebut "dosa yang tidak dapat diampuni". Dosa ini dilakukan oleh musuh Yesus ketika mereka menuduh Dia membuang setan dengan kuasa setan setelah dengan jelas Ia menjelaskan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa dari Roh Allah.

Bagi saya, tak ada seorang pun yang telah melakukan dosa ini yang masih diganggu, diyakinkan, dan ditarik terus oleh kuasa Roh Kudus. Selama Roh masih bergumul dengan seseorang ia belum melakukan dosa yang tak dapat diampuni ini. Tetapi bila seseorang itu telah melawan Roh Kudus sehingga Ia tidak lagi bergumul dengannya, maka orang itu berada dalam bahaya kekal. Dengan kata lain, dosa yang tak dapat diampuni menyangkut penolakan kepada Yesus Kristus yang tak dapat ditarik kembali.

Saya percaya bahwa inilah yang dibicarakan Stephanus dalam khotbahnya tak lama sebelum ia mati bagi Kristus. Dalam khotbahnya ia berkata, "Hai orang-orang yang keras kepala.kamu selalu menentang Roh Kudus" (Kis. 7:51). Menurut konteksnya jelas bahwa Stephanus mengatakan, pertama-tama, seperti nenek moyang mereka, mereka telah menolak pemberitaan nabi-nabi dan utusan Allah dan tidak mempercayai mereka. Maka pendengarnya bersalah dalam dosa yang sama. Dalam PL kita dapat membaca bahwa ada orang yang melawan, memfitnah, menganiaya, dan mengejek nabi-nabi. Sedangkan para nabi itu diilhamkan oleh Roh Kudus, maka dalam kenyataannya orang-orang itu melawan Roh. Maka kata Stephanus kepada orang-orang yang sedang mendengarkan dia, jika mereka menolak mendengarkan rasul-rasul Kristus dan orang yang telah dipilih, yang berbicara lewat Roh Kudus, maka mereka juga menolak Roh Kudus. Infeksi dosa yang membawa maut dalam hati orang yang belum dilahirkan kembali, akan selalu menyebabkan dia menentang Roh Kudus. Tubuh (daging) dan pikiran jahat selalu melawan Dia. Pada waktu orang-orang berlaku demikian, mereka tidak akan menerima Firman Allah dengan kuat kuasa-Nya kecuali jika Roh Kudus dapat menang atas mereka.

Menolak Roh Kudus adalah dosa yang hanya dapat diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya. Jadi itu adalah dosa, jika diteruskan cukup lama, akan membawa malapetaka yang kekal. Jalan satu-satunya bagi semua orang berdosa, supaya dapat diampuni sebab menolak Roh Kudus, ialah berhenti menolak dan berpaling kepada Kristus Yesus yang tentunya Roh Kudus menyaksikan. Orang itu hanya berpengharapan jika ia dengan segera bertobat dan membiarkan Roh Kudus bekerja di hatinya. Dosa yang tak dapat diampuni adalah penolakan kebenaran tentang Kristus. Yaitu menolak sama sekali kesaksian Roh Kudus yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Mungkin Anda adalah seorang yang percaya, tetapi Anda telah melakukan dosa yang Anda kira akan menghalangi Anda dari keselamatan. Tak perduli dosa apa itu, ingatlah bahwa Allah mengasihi Anda, dan Ia ingin mengapuni dosa itu. Sekarang juga Anda perlu mengaku dosa itu kepada-Nya dan minta pengampunan-Nya. Anda perlu dibebaskan dari beban kesalahan dan keragu-raguan yang telah menindas Anda.

Kristus mati untuk membebaskan Anda daripada keadaan itu. Jika Anda telah datang kepada Kristus, Anda mengetahui berdasarkan Firman Allah bahwa dosa itu - dosa apa saja - bukanlah dosa yang tak dapat diampuni. Dosa itu tidak akan mengirim Anda ke neraka, sebab Anda telah diselamatkan oleh iman dalam cucuran darah Kristus. Tetapi Anda perlu mengeluarkan dosa itu dari hidup Anda dengan membuangnya pada Kristus.

Mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30)
Sekarang kita sampai kepada dua dosa terhadap Roh Kudus yang dapat dilakukan oleh orang Kristen. Yang satu adalah mendukakan Roh Kudus dan yang lain adalah memadamkan Roh Kudus. Pertama, marilah kita lihat dulu dosa mendukakan Roh Kudus.

"Dukacita" atau "sedih hati" adalah kata "kasih". Roh Kudus mengasihi kita seperti Kristus. Kita dapat melukai hati atau membangkitkan amarah orang yang tidak mengasihi kita, tetapi "medukakan hati" hanya dapat kita lakukan terhadap orang yang mengasihi kita. Bagimana orang Kristen dapat mendukakan Roh Kudus? Dalam Ef. 4:20-32 Paulus mengatakan bahwa kelakukan apa saja yang tidak seperti Yesus, baik perkataan ataupun watak mendukakan Roh kasih karunia.


Roh Kudus adalah Roh:
  • Kebenaran (Yoh. 14:17); maka apa saja yang palsu, penipuan, ataupun kemunafikan mendukakan Dia.
  • Iman (2Kor. 4:13); maka keragu-raguan, ketidakpercayaan, kegelisahan, kekuatiran, mendukakan Dia.
  • Kasih karunia (Ibr.10:29); maka apa saja di dalam kita yang keras, pahit, dengki, tidak ramah, tidak mengampuni, atau tidak mengasihi mendukakan Dia.
  • Kekudusan (Rm. 1:4); maka segala sesuatu yang tidak bersih, yang mengotorkan, atau menghina mendukakan Dia.
Apa yang terjadi jika kita mendukakan Roh Kudus? Pada waktu Ia berdukacita, sukacita dan kuasa di dalam hidup kita diambil-Nya sampai kita mengakui dan meninggalkan dosa kita. Ini bukan karena Ia melepaskan kita, tetapi sebab Ia dengan sengaja Ia membuat kita sedih sampai kita berpaling kembali kepada Kristus dengan hati yang hancur, kesedihan, dan pengakuan. Saya yakin bahwa satu kali kita telah dibaptiskan ke dalam tubuh Kristus dan didiami oleh Roh Kudus, kita tak akan ditinggalkan oleh Roh lagi. Kita dimeteraikan untuk selamanya. Dan ia adalah jaminan akan apa yang akan datang. Memang sebagai Roh kasih, Roh Kudus berdukacita pada waktu kita berdosa, sebab Ia mengasihi kita.

Memadamkan Roh (1Tes. 5:19)
Menghujat Roh Kudus adalah dosa yang dilakukan oleh orang yang tidak percaya. Mendukakan dan memadamkan Roh adalah dosa yang dilakukan oleh orang-orang percaya. Kata memadamkan berarti "matikan, mengecilkan." Itu berhubungan dengan keterangan Firman Tuhan mengenai Roh Kudus sebagai api. Pada waktu kita memadamkan Roh, kita memadamkan api.

Gambaran api memberikan dua aspek:
Pertama, api itu padam apabila persediaan bahan bakar habis. Jika kita tidak mengobarkan jiwa kita, jika kita tidak mengobarkan jalan kasih karunia, jika kita gagal berdoa, bersaksi, atau membaca Firman Allah, api Roh Kudus akan terbendung. Hal-hal itu adalah saluran yang dipakai untuk memberi kita bahan bakar supaya api itu tetap menyala. Dan Roh Kudus ingin agar kita menggunakan pemberian-pemberiaan itu agar api-Nya tetap menyala dalam hidup kita.

Kedua, kita dapat mematikannya dengan cara menyiraminya dengan air, atau menutupnya dengan selimut atau dengan tanah. Dengan cara yang sama, dosa yang disengaja memadamkan Roh.
Pernahkah Anda di dalam bentuk apa saja mendukakan Roh, atau memadamkan Roh, atau memadamkan Roh dalam hidup Anda? Jika itu adalah persoalannya, sadarlah bahwa sekarang inilah waktunya untuk mengakui semua kepada Allah, dan bertobat daripada dosa-dosa itu. Kemudian berjalanlah setiap hari di dalam kepenuhan Roh, dan peka terhadap pimpinan-Nya dan kuasa-Nya di dalam hidup Anda.

Demikian Lucy, moga bisa membantu. GBU



God Bless You

"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw


Senin, 18 Oktober 2010

BENARKAH INDONESIA DI JAJAH BELANDA 350 TAHUN ?


Pelajaran Sejarah : Indonesia dijajah Belanda 350 Tahun
Dari sejak saya kecil “indhil-indhil” sampai gedhe “ondhol-ondhol”, pelajaran sejarah mengajarkan bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun oleh Bangsa Belanda. Mudah mengingatnya, kalau Belanda menjajah 3,5 abad, kalau Jepang menjajah 3,5 tahun (cuma beda kata abad dan tahun).

Pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) anak saya yang duduk di kelas III SD, berdasarkan Buku Ajar “FOKUS” kelas III, semester 1, tulisan Wahyuningrum dkk juga mengajarkan hal yang sama. “Indonesia pernah di jajah oleh bangsa-bangsa lain. Dua negara yang pernah menjajah tanah air kita adalah Belanda dan Jepang. Belanda pernah menjajah Indonesia selama hampir 350 tahun sedangkan Jepang selama 3,5 tahun” (halaman 8).

Dan pertanyaan yang muncul dalam test / ulangan : “Negara yang menjajah Indonesia selama 350 tahun adalah …………” (hal. 29). Kalau di jawab “enggak ada ! pasti itu jawaban yang salah”, kalau di Jawab “Belanda”, Nah.. itu yang benar ! Nilai 10.
Padahal.....benarkah Indonesia di jajah Belanda selama 350 tahun ?

Benarkah Di jajah 350 tahun ?
Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, (Kompas.com) mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun.Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592.

"Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia,"katanya di Medan, Sabtu.

Itupun “baru sampai” / baru “menjejakkan kaki di Bumi Pertiwi”. Masih menjadi pendatang yang belum memiliki kekuasaan kolonialisme untuk menjajah dan menguasai Indonesia. Pertanyaan pertama : Mungkinkah bangsa Belanda yang baru saja mendarat dikatakan sebagai penjajah, dan waktu kehadirannya sudah diperhitungkan sebagai era penjajahan ? Bukankah mereka datang sebagai “penjelajah antar bangsa” untuk memperluas ekspansi perdagangan ?

Hal ini ditandai oleh semangat bangsa yang tidak membiarkan dirinya begitu saja di injak oleh bangsa pendatang. Ketika mereka mendarat dan berusaha menunjukkan “taring” kekuasaan, perhatikan bahwa bangsa kita yang masih sederhana ini langsung berjuang dan melawan. Beberapa penentangan pemerintahan marak di sejumlah daerah untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung. Dan ini bukan hanya di satu lokasi saja, melainkan muncul dari beberapa wilayah di Indonesia.

Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing. Nah, muncullah pertanyaan ke-dua : Jika suku-suku bangsa belum takluk dan masih melawan hingga titik darah penghabisan, masak sih udah di katakan sebagai bangsa yang dijajah ??


Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda.

Nah, muncullah pertanyaan ke – tiga : Jika sampai tahun 1910 masih banyak daerah di Indonesia yang bebas dari pengaruh Belanda, dapatkah di katakan “Indonesia” di jajah Belanda selama 350 tahun. Indonesia yang mana ? yang disebut Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke, dari Barat sampai ke Timur, bukan cuma sekelompok daerah tertentu.

Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. Setidaknya terlihat, 100 tahun (1 abad) dari tahun sekarang (2010), daerah-daerah yang menjadi bagian Indonesia ini bukanlah daerah jajahan Belanda.

Reformasi Pembelajaran Sejarah.
Jadi, dengan logika dan mata terbuka, apakah benar Indonesia terjajah selama 350 tahun ? dan dapatkah di katakan bahwa “Indonesia” sejak tahun 1592 sudah ditaklukkan Belanda ?  Aah.. yang bener saja…. Indonesia tidak selemah itu. Jangan-jangan (dugaan saja), angka penjajahan 350 tahun di tambah kekejaman Jepang 3,5 tahun hanyalah untuk mencari “kambing hitam” bahwa Indonesia tidak maju-maju karena dampak kejahatan perang sekian puluh hingga ratus tahun itu ? wkwkwkwk

Dengan kata lain : “harap maklum donk… kita khan bangsa yang terjajah, korban kebiadaban, bangsa yang sengsara ….. memulihkan trauma saja membutuhkan banyak dan banyak waktu, jadi harap maklum kalau bangsa kita masih berkembang…berkembang…berkembang…. “. Sebuah derita yang di dramatisir begitu rupa untuk menutupi kelambanan pertumbuhan. Berkembang terus…sampai kembangnya rontok, belum juga ada buahnya.   he..he..he… ^_^

"Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda harus berjuang mati-matian untuk menaklukkan Indonesia yang gagah berani, hingga membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk dapat menaklukkan hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Jadi, mari sama-sama kita luruskan perjalanan pembelajaran sejarah bangsa ini.  
Kita tidak pernah dijajah Belanda selama 350 tahun !!. .

VIVA INDONESIA !!


God Bless You

"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

Kamis, 30 September 2010

APAKAH ORANG KRISTEN BOLEH MAKAN MAKANAN YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA BERHALA ??

Kalau ada makanan yang sudah dipersembahkan pada berhala di suguhkan pada kita, sebagai Orang Kristen...boleh nggak kita memakannya ?

Makan Persembahan Berhala boleh-boleh saja, karena:
Matius 15:11 "...bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
--
namun tetap harus berhikmat, kalo pas ada orang2 yg lemah imannya & suka meributkan hal2 sepele seperti itu , ya lebih baik gak usah makan di-depan dia, supaya gak jadi batu sandungan, hehehe. Karena :

1Kor 8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
1Kor 8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
--
Demikian juga kalo pas ada Imlek & anda diundang makan oleh tuan rumah yg keluarganya belum percaya Yesus, lalu mereka menyajikan makanan2 dari persembahan berhala, maka kita tidak perlu menolak sehingga membuat mereka malah sakit hati pada kita. So, makan aja, Nggak apa-apa kok. Firman Tuhan berkata :

1 Korintus 10:27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
--
Tapi kalo lagi asyik makan makannan itu, tiba-tiba ada orang Kristen yang tidak setuju, lalu ngomel-ngomel & ngoceh gak karuan "Kamu gila ya ..., Jangan dimakan dunk, itu kan makanan persembahan berhala"... yach tersenyumlah, lalu cukup makan nasi putih aja, bilang aja ama tuan rumah kalo anda lagi mau diet atau lagi puasa mutih cuma makan nasi putih karena sedang cari wangsit....... (Lalu biarkan aja dia yang ribut sama tuan rumah & berkelahi di-taman depan. wkwkwkwk)

1Co 10:28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.
--
Tapi kalo emang lagi anda lagi laper banget, dan yang ada cuman makanan persembahan berhala itu yg terdiri dari berbagai menu (Ada salad 7 rasa, ayam pengemis, ikan salmon jamur es, cumi goreng mentega dengan caviar, udang mabuk saus rum, steak lulur dalam, dsb huaaa...enyak, enyak, enyak...), tapi kamu masih aja sungkan-sungkan, maka silahkan menahan diri & telpon saya aja. Nanti saya pasti datang mewakilimu.

1Korintus 10:29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?
--

Tapi kalau nggak mau diwakili, karena seumur-umur baru ketemu makanan senikmat itu, ya udah nikmati saja dengan ucapan syukur.

1Korintus 10:30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?"
--
Daripada anda kelaparan, lalu nyesel 7 keturunan dan mengeluh kenapa harus ada dia, dan ini malah nggak memuliakan Tuhan...ya udah, sikat aja bleeh......

1Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
--
Jadi, kalo ada kasus kayak gitu, mending kita tetap makan persembahan berhala itu bersama tuan rumahnya. Soalnya, orang kristen yang protes itu, meskipun saya melanggar protesnya dia, toh dia akan tetap percaya Yesus. Sedangkan tuan rumah yg ngundang saya itu kan belom percaya Yesus, maka saya akan lebih memilih untuk makan makanan berhala itu bareng dengan dia, supaya saya punya kesempatan memberitakan injil keselamatan kepadanya.

1Korintus 10:32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
1Korintus 10:33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.
--
Jadi kesimpulannya,
1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

1 Korintus 10:24 Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

1 Korintus 10:25 Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

1 Korintus 10:26 Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."

Jadi, kalo mau tanya, makanan mana yang halal & yang haram ? Bukan berhala yang menentukan, karena berhala tuh nggak bisa makan. Pegang sendok, garpu atau sumpit saja nggak bisa...trus, mana yang halal dan mana yang haram ?


Ah..gitu aja kok repot. Pokoknya : "Makanan yg Enak itu Halal. Makanan yang nggak enak itu Haram"

wahahahahahaha

 Nyaam..Nyam..Nyaam...


God Bless You

"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw



(Adaptation from Pst.Wenas - Trinity Church)

"BOLEHKAH ORANG KRISTEN MAKAN DARAH ?? "

Tanya : Apakah orang Kristen boleh makan darah ? Karena sebagian orang ada yang mengatakan "haram", sedangkan ada lain orang yang meng-halalkannya. Mohon pencerahan.

JAWAB:
Dalam Alkitab Perjanjian lama maupun Perjanjian Baru, ada banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan larangan makan darah.

* Kejadian 9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya,janganlah kamu makan.
* Imamat 3:17 Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.
* Imamat 7:26 Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan.
* Imamat 19:26 Janganlah kamu makan sesuatu yang darahnya masih ada. Janganlah kamu melakukan telaah atau ramalan.
* Ulangan 12:23 Tetapi jagalah baik-baik, supaya jangan engkau memakan darahnya, sebab darah ialah nyawa, maka janganlah engkau memakan nyawa bersama-sama dengan daging.
* Ulangan 15:23 Hanya darahnya janganlah kaumakan; haruslah kaucurahkan ke tanah seperti air.
* Kisah Para Rasul 15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan,dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. ...
* Kisah Rasul 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.
’* Kisah Para Rasul 21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.

Oleh karena itu, yg harus kita sadari adalah, kita ini MANUSIA, bukan Nyamuk, Vampire atau Dracula. (^_^).

Mengenai larangan "Makan Darah", ada 3 hal yang patut kita pertimbangkan :

1. DARI SISI HISTORIS :
Mengenai makanan berhala, halal / haram, Rasul Paulus telah menerima, tidak mempersoalkannya & menjelaskan dasar Toleransinya . (lihat artikel Makanan Persembahan Berhala) dan para Rasul2 lain juga telah menerimanya (Kisah 10:14-15).

Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."  Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
Namun Rasul Paulus maupun Rasul2 lain di-ayat manapun TIDAK PERNAH MENOLERANSI MAKAN DARAH !!!
 
2. DARI SISI MEDIS :
Darah binatang itu sangat kotor,mengandung bermacam-macam zat, kuman, bakteri & berbagai mikroorganisme yg lebih sulit dibasmi daripada yg dalam daging, serta berfungsi sebagai CARRIER (pembawa) virus paling efektif, dll, penyakit-penyakit itu mengalirnya di dalam & melalui darah, ini berbahaya bagi tubuh kita. Pola makan yang salah akan memicu penyakit. Terlebih lagi kita harus menjaga tubuh kita sebagai bait Allah yang kudus (1Kor 6:19).

1 Kor 6:19  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ?
 
3. DARI SISI TEOLOGIS :
Dalam Darah ada NYAWA! dan Penebusan Kristus-pun dilakukan melalui Darah-NYA. Sebagai orang percaya, kita wajib menghargai setiap tetes darah. Darah adalah Lambang KORBAN. Dan sejak dari dahulu, hanya TUHAN yang BER-HAK ATAS KORBAN DARAH!!! Selain itu, Larangan mengenai hal2 lain seperti makanan persembahan berhala, dsb tidak tertulis berlaku utk selamanya. Sedangkan makan Lemak & darah, Larangannya berlaku UNTUK SELAMANYA!!!

Imamat 3:17 Inilah suatu ketetapan ***UNTUK SELAMANYA*** bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

 
Semoga menjadi Pencerahan !!!
-

 
God Bless You
"Hitherto the Lord has helped us."
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw


(From Pst.Wenas – Trinity Church)